Kertas merupakan kebutuhan yang telah melekat erat pada lingkup kehidupan mahasiswa. Meskipun jaman teknologi sudah semakin canggih dengan suguhan berbagai modul dan referensi penunjang kuliah dalam bentuk elektronik yang bisa didapatkan di media internet, penggunaan kertas tetap tak tergerus oleh jaman. Namun, selama ini kertas yang sudah tidak terpakai lagi hanya dimanfaatkan sebagai kertas pembungkus atau dibuang begitu saja, sehingga dapat menjadi sumber pencemaran lingkungan akibat lamanya waktu kertas terdegradasi.

Dilatarbelakangi oleh mahasiswa tingkat akhir yang sangat konsumtif terhadap penggunaan kertas dan produktif menghasilkan kertas bekas, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia menginisiasi program daur ulang limbah kertas yang dinamakan dengan ‘green graduation’. Hal ini dikarenakan banyaknya limbah kertas yang diproduksi dari aktivitas saat menyelesaikan tugas akhir, seperti kesalahan penulisan saat mencetak, cetakan yang masih berupa tulisan draft sehingga tidak terpakai, atau kesalahan mencetak. Para wisudawan/i diharapkan dapat berpartisipasi dalam program ini dengan cara mendonasikan kertas bekas skripsi yang sudah tidak terpakai. Limbah kertas tersebut akan didaur ulang kembali menjadi recycle notes. Kertas bekas cukup dibawa ke posko pengumpulan terdekat yang terletak di beberapa titik lokasi sekitar kampus.

Upaya pengurangan limbah kertas ini sekaligus dapat mengurangi pemakaian sumber daya kertas baru yang digunakan sebagai pembuatan notes, sehingga kita telah berkontribusi dalam menyelamatkan pohon. Kegiatan ini dapat menjadi suatu sistem yang berkelanjutan karena pasokan kertas bekas selalu dihasilkan oleh mahasiswa dan recycle notes yang diproduksi dari daur ulang kertas tersebut juga dibutuhkan oleh mahasiswa.